4 Kesalahan Anggapan tentang Susu Formula yang Telanjur Menyebar

      Comments Off on 4 Kesalahan Anggapan tentang Susu Formula yang Telanjur Menyebar

4 Kesalahan Anggapan tentang Susu Formula yang Telanjur Menyebar

Bisa jadi pro dan kontra yang ada di tubuh masyarakat tentang susu formula berangkat dari kesalahpahaman. Kemudian kesalahpahaman ini sudah telanjur menyebar. Alhasil, anggapan semacam itu begitu mengakar kuat karena pro dan kontra terus bermunculan. Ada beberapa kesalahan anggapan yang tidak perlu Anda dengarkan. Empat di antaranya ada di bawah ini.

  1. Susu Formula Tidak Bisa Membangun Ikatan Batin

Sudah berabad-abad, bahwa ASI dipercaya menjadi tali pengikat batin antara ibu dengan buah hatinya. Tidak lain karena ASI merupakan intisari dari makanan dan minuman yang sudah tercernakan di saluran pencernaan sang ibu. Jadi buah hatinya itu meminum intisari secara langsung tanpa proses apa-apa. Itulah yang membuat mereka memiliki ikatan batin.

Lalu, bagaimana kalau buah hati itu tidak suka minum ASI? Sang ibu pun terpaksa memberikan susu pengganti. Apakah gara-gara itu lantas bisa memutus ikatan batin antara ibu dengan anaknya? Tidak, bukan? Ikatan batin itu berasal dari kasih-sayang, bukan benda. Termasuk juga bukan berasal dari ASI seperti yang anggapan selama ini.

  1. Susu Formula itu Selalu Menyebabkan Penyakit pada Bayi

Sebetulnya bukan susu ini yang menyebabkan si bayi sakit. Bukan. Tetapi dikarenakan daya tahan tubuhnya sendiri. Lantas, mengapa ketika diberi ASI tidak sakit? Mungkin titik ini perlu diselidiki lebih lanjut. Sederhananya, susu yang berasal dari payudara sang ibu itu memiliki kesamaan cairan dalam tubuh bayi. Soalnya mereka memiliki ikatan darah.

Berbeda dengan susu pengganti yang lebih didominasi oleh susu dari binatang. Bayi yang belum memiliki sistem imun yang cukup itu akan kaget ketika sekonyong-konyong diberi susu sapi. Sama seperti gejala flu tiba-tiba ketika di tengah cuaca ekstrem. Sejauh ini memang tidak ada kandungan dalam susu sapi yang bisa menyebabkan bayi mana pun sakit.

  1. Susu Formula Bikin Bayi Jadi Mudah Gemuk

Perihal kandungan dalam susu, antara ASI dengan susu sapi itu berbeda jauh. Dalam ASI, nilai kalorinya cukup rendah. Sementara pada susu sapi rata-rata memiliki kalori yang tetap. Bisa saja bayi yang gemuk itu disebabkan oleh minimnya pengetahuan sang ibu ketika memberikan susu pengganti pada anak.

Siapa pun pasti merasa kasihan ketika bayi menangis. Gara-gara sifat kasihan itu, ketika dia lagi menangis, selalu diberikan susu sapi. Setiap menangis diberi susu sapi. Kebiasaan inilah yang menyebabkan bayi memiliki berat berlebih. Jadi kesalahannya bukan pada susu pengganti, melainkan dari kebiasaan memberi susu dengan dosis yang keliru.

  1. Susu Formula Bikin Bayi Mudah Kentut

Apa korelasi antara mudah kentut dengan sering mengonsumsi susu formula? Faktanya, bayi yang diberi ASI sekalipun tetap ada yang mudah kentut. Soalnya bagaimanapun, ASI itu berasal dari sang ibu. Apa pun makanan dan minuman yang dikonsumsi akan berdampak pada kualitas ASI.

Kalau bayi Anda sering kentut gara-gara diberi susu pengganti, tinggal ganti saja dengan merek yang lain. Biasanya kebiasaan kentut itu akan hilang. Kentut pada bayi setelah diberi susu pengganti sebetulnya menjadi sinyal kalau dia tidak cocok dengan susu tersebut. Sesederhana itu. Jadi tidak perlu berpikir yang aneh-aneh lagi.

Salah satu susu formula yang paling direkomendasikan untuk bayi di bulan-bulan pertama itu susu tanpa laktosa. Susu jenis ini cocok dikonsumsi oleh bayi mana pun. Terutama untuk bayi yang mengalami intoleransi laktosa atau zat gula. Namanya saja mitos. Sampai kapan pun anggapan seperti ini tetaplah memiliki tingkat kebenaran yang kecil.